Erick Thohir Ingatkan STY: Jangan Banyak Mengeluh!

Erick Thohir Ingatkan STY: Untuk Timnas Jangan Banyak Mengeluh
Erick Thohir Ingatkan STY.

STY dengan wajah datar mengeluh dengan jadwal pertandingan Asean Cup 2024 yang begitu padat. Tak pelak Erick Thohir mendamprat pelatih asal Korea Selatan itu dengan kalimat halus tapi menohok.

Ya, durasi yang begitu pendek jadwal Timnas Indonesia mengarungi Asean Cup 2024 dinilai Shin Tae Yong (STY) membuat anak asuhnya kelelahan.

“Saya kelelahan, bagaimana dengan pemain. Jelas ini harus menjari perhatian pihak penyelenggara,” kata dia dalam konferensi pers usai mengawal Timnas Indonesia bertemu Vietnam, Sabtu 15 Desember 2024.

STY memang kerap mengeluh di setiap laga yang dilakoni. Entah ini sebagai alasan atau hanya upaya manipulatif belaka.

Dengan kondisi seperti ini, jelas sekali akan berdampak terhadap kondisi fisik dan mental pemain.

“Karena tekanan terlalu tinggi. Kami usai bermain harus terbang, sebaiknya formatnya diubah,” pinta dia.

Sehingga, Asean Cup 2024 lebih kompetitif dan mampu menghadirkan pertandingan yang seimbang.

Terlebih, Asean Cup 2024 yang dulu diberi nama AFF, belum menjadi kalender FIFA meski dihitung poin di setiap laga.

“Timnas Indonesia bermain optimal, game plane berjalan sesuai rencana tapi fisik menjadi alasan untuk diubah pertandingannya,” kata dia.

Erick Thohir Angkat Bicara

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir memberikan tanggapannya soal keluhan pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong yang mengeluhkan jadwal padat di ASEAN Cup 2024.

Jangan banyak bicara, jangan banyak ngeluh, kita fokus sajalah. Kita fokus di program yang kita sudah sepakati,” kata Erick ketika ditemui awak media setelah acara PSSI Partner Summit 2024 di Hotel Park Hyatt, Jakarta, Senin.

Shin mulai memrotes jadwal padat di ASEAN Cup sebelum laga kontra Laos yang dimainkan Kamis 12 Desember 2024.

Menurut pelatih asal Korea Selatan itu, karena ia menilai jadwal antarlaga babak penyisihan grup dengan jeda tiga hari menggunakan format home-away sangat tidak ideal.

Ia menyarankan agar format ini segera berubah. Dalam hal ini, format babak penyisihan grup dikembalikan seperti edisi 2016 ke belakang yang memakai sistem home tournament.

Namun, ketika menanggapi keluhan Shin, Erick justru mempunyai pemikiran lain. Di era sepak bola modern, ia tahu betul jadwal padat menjadi hantu menakutkan bagi sebuah tim karena berpotensi mengalami kelelahan yang bisa berujung cedera.

Oleh karena itu, Erick meminta Shin untuk tak banyak mengeluh karena saat mengikuti sebuah turnamen pasti ada targetnya dan target Indonesia di ASEAN Cup adalah mematangkan pemain-pemain muda mereka sebelum berlaga di turnamen lebih bergengsi ke depannya.

“Karena itu kan saya tidak memaksa liga berhenti, kita fokus ke pemain muda, memang ya semua format melelahkan ya. Kalau kita lihat di kompetisi Eropa, mereka main di liganya, habis itu main di Champions League di tengah kompetisi. Memang ya kembali saya berharap apapun yang kita sudah jadikan program semua komitmen,” kata dia.